Kpz0JXNL4KwnNLROcdoTIG3N8IlpsfRVGQnxBFp8
Bookmark

Novel Bidadari Bermata Bening pdf by Habiburrahman El-Shirazy

Juragan Buku | Novel Bidadari Bermata Bening pdf by Habiburrahman El-Shirazy | Bidadari Bermata Bening, sebuah karya religi oleh Habiburrahman El Shirazy, terbit pada 25 April 2017 melalui penerbit Republika dengan ketebalan 341 halaman. Cerita ini berlatar dunia pesantren dan mengajarkan makna kesabaran dan keikhlasan. 

Dengan gaya bahasa yang halus dan menyegarkan, Kang Abik (panggilan untuk Habiburrahman El Shirazy) kembali mempersembahkan kisah religi yang menginspirasi pembaca Indonesia, tidak kalah dengan karya-karya sebelumnya. Novel ini menjadi bacaan yang mendalam untuk refleksi. Penyajian yang cermat dan menarik menjadikan cerita ini tetap menarik tanpa kebosanan. 

Meskipun beberapa bagian dapat ditebak, Kang Abik tetap menghadirkan kejutan-kejutan kecil yang tak terduga. 

Novel Bidadari Bermata Bening pdf by Habiburrahman El-Shirazy 

Novel, Bidadari Bermata Bening, pdf, by, Habiburrahman El-Shirazy


1. Sinopsis 

Bidadari Bermata Bening mengisahkan tentang seorang remaja muda yang cantik, dihadapkan pada pilihan cinta ketika tiga pelamar bersaing untuk merebut hatinya. Ayna (Zoe Abbas Jackson) pertama kali bertemu dengan Gus Afif (Ari Irham), dan pertemuan itu membuat keduanya saling jatuh cinta. Meski begitu, Ayna tidak bisa segera memilih Gus Afif. 

Ia harus menghadapi dua pria lain yang juga datang untuk melamarnya. Ayna dihadapkan pada tiga pria dengan kepribadian dan latar belakang yang berbeda, menimbulkan kebingungan dalam hatinya. Memilih di antara ketiganya menjadi tugas yang sulit baginya. Seiring berjalannya waktu, Ayna akhirnya memutuskan pria mana yang akan ia pilih. 

Namun, ia tetap berdoa agar keputusannya tidak salah. "Jika kenyataannya tidak sesuai dengan bayanganmu, bersabarlah," (hal 121). 

Dengan latar dunia pesantren, novel ini mengajarkan makna kesabaran dan keikhlasan. Dikemas dengan gaya bahasa yang halus dan menggugah, Kang Abik, panggilan untuk Habiburrahman El Shirazy, kembali mempersembahkan kisah religi yang tak kalah inspiratif dari karyanya sebelumnya kepada pembaca Indonesia. 

Cerita novel ini mengikuti perjalanan Anya, seorang santriwati yang menuntut ilmu di Pesantren Kanzul Ulum, pesantren tua di Magelang, yang diasuh oleh Kyai Sobron. Anya, selain sebagai khadimah atau abdi dalem di pondok pesantren tersebut, juga menghadapi berbagai permasalahan kompleks. 

Baik itu konflik dengan teman-temannya yang membenci, maupun masalah dari keluarga dekatnya, seperti keluarga Pakde Darsun yang merupakan saudara tiri ibunya. Namun, Anya tetap tegar di bawah tekanan. Ia merupakan individu yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan. Saat difitnah bersama ibunya, Anya dengan keberanian mematahkan tuduhan tersebut. 

Bahkan, ketika diejek bahwa masa depannya hanya sebagai TKW seperti ibunya, Anya malah membuktikan kecerdasannya dengan meraih nilai tertinggi UN se-Jawa Tengah (hal 12-13). 

2. Link Baca 

  • https://www.goodreads.com/id/book/show/34918700 

3. Profil Pengarang 

Habiburrahman el-Shirazy, yang akrab dipanggil Kang Abik, terkenal sebagai penulis novel Ayat-Ayat Cinta yang sangat diminati pembaca. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 30 September 1976, dan memiliki seorang istri bernama Muyasaratun Sa'idah. Pendidikan formalnya mencakup Madrasah Tsanawiyah Futuhiyyah 1 Mraggen, di mana ia lulus pada tahun 1992. 

Selama berada di MTS, Habiburrahman juga mempelajari kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak, di bawah bimbingan K.H. Abdul Bashir Hamzah. Setelah itu, Habiburrahman melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah Program Khusus (MPAK) Surakarta dan berhasil lulus pada tahun 1995. 

Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin, jurusan Hadits di Universitas Al Azhar Kairo, dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1999. Pada tahun 2001, Kang Abik juga berhasil meraih gelar Postgraduate Diploma S2 di The Institute for Islamic Studies di Kairo. Selama berada di Kairo, Habiburrahman aktif mengikuti berbagai kegiatan. 

Dia memimpin kelompok kajian MISYKATI (Majelis Intensif Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam) dari tahun 1996 hingga 1997. Selain itu, dia menjadi duta Indonesia dalam "Perkemahan Pemuda Islam Internasional Kedua" yang diselenggarakan oleh WAMY (The World Assembly of Moslem Youth) di Ismalia, Mesir pada tahun 1996. 

Orasinya di perkemahan tersebut, berjudul "Tahqiqul Amni Was Salam Fi'Alam Bil Islam" (Realisasi Keamanan dan Perdamaian di Dunia dengan Islam), terpilih sebagai orasi terbaik kedua. Habiburrahman juga aktif di Mejelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Orsat Kairo dari tahun 1998 hingga 2000. 

Selain itu, ia duduk dalam Dewan Assatidz Pesantren Virtual Nahdatul Ulama yang berpusat di Kairo dan memprakarsai berdirinya Forum Lingkar Pena (FLP) serta Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Kairo. Setelah kembali ke Indonesia, Habiburrahman terlibat dalam beberapa kegiatan. Pada Juni 2003, ia berkontribusi dalam penashihan Kamus Populer Bahasa Arab-Indonesia yang disusun oleh KMNU Mesir dan diterbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta. 

Ia juga menjadi kontributor dalam penyusunan Ensiklopedi Intelektualisme Pesantren: Potret Tokoh dan Pemikirannya pada tahun 2003. Antara tahun 2003 dan 2004, Habiburrahman mengajar di MAN I Jogyakarta dan menjadi dosen di Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Surakarta dari tahun 2003 hingga 2006. Saat ini, ia mengabdikan diri pada dunia dakwah dan pendidikan melalui pesantren Basmala, yang didirikannya bersama adik dan temannya.